Masyarakat mana yang tidak bangga ketika ada sekolompok ormas atau aktivis mahasiswa rela memasang badan menuntut dan memperjuangkan hak dan aspirasi mereka, yang selama ini tidak tersampaikan kepada pemerintahmau. Sebuah tindakan yang mesti patut diberikan apresiasi. Belakangan tindakan itu menjadi sangat tidak berarti manakala dimanfaatkan sebagai alat mencari sesuap nasi.Tidak heran, aksi demonstrasi yang tadinya mengundang rasa simpati, bisa berubah menimbulkan rasa benci dan caci maki masyarakat. Selain sarat dengan muatan politis, aksi yang dilakukan juga tidak jarang berujung anarkis. Dalih memperjuangkan aspirasi masyarakat menjadi isu paling seksi dan dianggap memiliki nilai jual tinggi, untuk diperdagangkan dan dijadikan ancaman mendap
atkan segepok uang tebusan.
Mulai dari lingkungan akademisi, hingga birokrasi. di lingkungan kampus misalkan aksi demonstrasi yang dilakukan mahasiswa hampir tidak terlepas dari muatan kepentingan, sejumlah oknum pejabat ,dosen dan kelompok yang merasa disakiti. Selain sebagai kaum akademisi, juga merangkap sebagai politisi kampus.
Lihat saja dalam beberapa tahun terahir kehidupan kampus lebih banyak diisi dengan kelompok politisi ketimbang kaum akademisi. Hampir dalam setiap kesempatan, agenda pembicaraan selalu menyangkut jabatan, dan strategi menaikkan kepangkatan. Malhasil sejumlah kampus, outpun yang dihasilkan bukannya banyak mengalami kemajuan, malah berjalan stagnan.
Kampus seakan menjadi mahluk individual, dan demikian terasing dari dunia luar. Mahasiswa dan sebagian dosen malah hanya pintar jadi jago kandang, dan jarang dipakai di tengah masyarakat.
Mulai dari lingkungan akademisi, hingga birokrasi. di lingkungan kampus misalkan aksi demonstrasi yang dilakukan mahasiswa hampir tidak terlepas dari muatan kepentingan, sejumlah oknum pejabat ,dosen dan kelompok yang merasa disakiti. Selain sebagai kaum akademisi, juga merangkap sebagai politisi kampus.
Lihat saja dalam beberapa tahun terahir kehidupan kampus lebih banyak diisi dengan kelompok politisi ketimbang kaum akademisi. Hampir dalam setiap kesempatan, agenda pembicaraan selalu menyangkut jabatan, dan strategi menaikkan kepangkatan. Malhasil sejumlah kampus, outpun yang dihasilkan bukannya banyak mengalami kemajuan, malah berjalan stagnan.
Kampus seakan menjadi mahluk individual, dan demikian terasing dari dunia luar. Mahasiswa dan sebagian dosen malah hanya pintar jadi jago kandang, dan jarang dipakai di tengah masyarakat.


0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !